Ketua sagoe bersama team sagoe Uleekareng
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Sunday, February 24, 2013
Kerupuk berhadiah Salib produk Luar Aceh
BANDA ACEH - Kerupuk yang berhadiah salib yang ditemukan oleh murid MIN Ulee Kareng, Banda Aceh, dua hari lalu, bukan produk lokal. Untuk menghindari kejadian serupa, penjual kerupuk tersebut diminta tak lagi menjual produk itu. Selain itu, guru juga diminta mengawasi jajajan anak di sekolah.
Seperti diberitakan sebelumnya, murid MIN Ulee Kareng, Hidayatullah, menemukan kalung berlambang salib di dalam jajanan yang ia beli di kantin sekolah. Hal ini menimbulkan berbagai macam dugaan negatif mengenai adanya misi pendangkalan akidah Aceh, khususnya pada anak-anak.
Kasie Pendidikan Madrasah pada Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Banda Aceh, Drs Abd Syukur MAg, mengatakan masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Penjualnya juga tak bisa disalahkan, karena dia juga tidak tahu kerupuk itu berisi hadiah salib. Namun untuk mencegah terjadi lagi, kami telah meminta mereka untuk tidak lagi menjual jajanan itu,” katanya kepada Serambi, Kamis (21/2).
Menurutnya, ini kali pertama ia mendapatkan laporan kejadian seperti itu. Beruntung diketahui dan segera diselesaikan. Hal seperti ini tentunya menjadi peringatan bagi kita semua.
“Para orang tua harus lebih memerhatikan jajanan anaknya, tidak hanya dari segi kesehatan tapi juga hal-hal yang dapat merusak akidah,” ujarnya.
Read more: http://news.atjehcyber.net/2013/02/kerupuk-berhadiah-salib-produk-luar-aceh.html#ixzz2LospbJjl
Tuesday, January 22, 2013
Geulayang Tunang Semarakkan HUT Kota Banda Aceh
Banda Aceh, (Analisa). Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-807 Kota Banda Aceh, Pemerintah Kota (Pemko) setempat menyelenggarakan festival geulayang tunang atau lomba layang-layang di persawahan Pango Deah Kecamatan Ulee Kareng, Sabtu (23/6). Olahraga tradisional tersebut diikuti 61 peserta, baik dari Banda Aceh maupun Aceh Besar.
Asisten I Walikota Banda Aceh, Tarmizi Yahya mengatakan, pegelaran geulayang tunang ini merupakan salah satu upaya untuk menarik minat pariwisata. Permainan masyarakat Aceh ini biasanya diadakan setiap selesai musim panen di sawah.
Pemko Banda Aceh Bantu Operasional TPA dan Balee Pengajian
BANDA ACEH - Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, menyerahkan bantuan berupa uang untuk operasional 313 Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dan Balee Pengajian dalam kota Banda Aceh di kantor DSI, Jalan Soekerno Hatta, Mibo Banda Aceh, Rabu 5 Desember 2012.
Kepribadian dalam Pendidikan Karakter
“Banyak orang tahu apa yang baik, berbicara mengenai kebaikan namun melakukan yang sebaliknya”
Ketika kita dilahirkan melalui Ibunda Kita, Allah sebagai Dzat yang Maha Agung menitipkan sebuah “personality” atau kepribadian. Secara umum kepribadian ada 4 macam. Ada banyak teori yang menggunakan istilah yang berbeda bahkan ada yang menggunakan warna, tetapi polanya tetap sama. Secara umum kepribadian ada 4, yaitu : 1. Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri. 2. Sanguinis : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan social dan bersenang-senang. 3.
Pemuda Deli Tua Masuk Islam
BANDA ACEH - Salah seorang pemuda Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara bernama Zul Asdar Putra Samura (35) akhirnya memeluk agama Islam. Acara pensyahadatan dilaksanakan secara sederhana di rumah pamannya, Ansyari di Jl Meunasah Tuha, Gg Sejahtera, Ie Masen Ulee Kareng, Banda Aceh, Kamis (10/1).
Tgk Alimin dari Pesantren Miftahul Sa’adah Hamzah al-Fansury MS, Ujung Pancu, Ulee Lheue, Banda Aceh memimpin pensyahadatan yang dimulai pukul 10.38 WIB. Sebelumnya, Zul diselendangi kain putin sebelum mengucapkan dua kalimah syahadat.
Begitu Tgk Alimin menjabat tangan Zul sambil mengucapkan dua kalimah syahadat, Zul harus mengulangi sampai tiga kali dan para hadirin bersama tgk gampong Ie Masen Ulee Kareng mengucapkan ‘Alhamdulillah’ pertanda Zul sudah masuk Islam dari agama sebelumnya, Kristen, termasuk calon istrinya, Linda Warni (29) asal Sawang, Aceh Selatan.
Linda yang terus memperhatikan calon suaminya tampak berlinangan air mata, begitu Zul Asdar berganti nama menjadi Jamil Ahmad Fadhil. Tidak beberapa lama kemudian, Zul harus disunat yang dilakukan dr Abdul Wahab dengan waktu hanya 10 menit, dari pukul 11.15 sampai 11.25 WIB dan dia kembali bergabung bersama para tamu.
Linda, lulusan FKM Universitas Sumatera Utara (USU) strata-2 yang kini bekerja di RSUD Yulidin Away, Tapaktuan, Aceh Selatan mengungkapkan dirinya telah menjalin hubungan dengan Zul yang juga lulusan S2 FKM USU selama 5,5 tahun sampai Januari 2013 ini. Saat ini, Zul Asdar, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Medistra di Lubuk Pakam, Sumut.
Sementara, Kepala Desa Ie Masen Ulee Kareng, Jamaluddin menyatakan senang dengan bertambahnya warga Muslim di Aceh. Dia berharap, Jamil harus terus mempelajari agama Islam, khususnya shalat, membaca Quran dan lainnya.
Sedangkan yang menjadi saksi Zul menjadi muallaf, termasuk Camat Ulee Kareng, H Aulia R Dahlan SSos, selain warga dan kerabat keluarga Ansyari, guru SDN 25 dan istrinya Jamilah, guru SDLB Banda Aceh. Ibunda Linda Warni dan kerabatnya jugar hadir untuk menyambut lembaran baru kehidupan Jamil Ahmad Fadhil itu.(muh)
Editor : hasyim
SOSIALISASI HUKUM DAN HAM DI BALEE INOENG IE MASEN ULEE KARENG
Banda Aceh | Balee Inoeng Ie Masen Ulee Kareng mengadakan Sosialisasi Hukum dan HAM pada hari Selasa, 13 November 2012. Acara ini terselenggara atas kerjasama antara WDC, Balee Inong dan Departemen Hukum dan HAM Kota Banda Aceh yang menghadirkan narasumbernya. Tujuan dari sosialisasi tersebut adalah agar masyarakat lebih paham tentang aspek hukum dan tata cara penanganan kasus yang berbenturan dengan hukum dan HAM. “Kita ingin agar masyarakat itu paham dengan hukum sehingga nantinya kasus-kasus yang berbenturan dengan hukum diharapkan bisa berkurang atau bahkan tidak ada” ujar Staf
PNPM Serahkan BLM ke Warga Ceurih
Banda Aceh - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan, Kota Banda Aceh menyerahkan dana bantuan langsung masyarakat (BLM) kepada warga Gampong (desa-red) Ceurieh, bertempat di Meunasah Ceurieh Kecamatan Ulee Kareng, kemarin (5/12).
PPK PNPM Mandiri Perkotaan Kota Banda Aceh, Hasnanda Putra ST MM didampingi Korkot PNPM Mandiri Perkotaan Kota Banda Aceh, Saifulsyah menyerahkan dana bantuan langsung masyarakat (BLM) untuk melaksanakan sejumlah kegiatan infrastruktur dan sosial produktif. "Dalam tahun 2012 Gampong Ceurieh sudah menerima dana BLM sebesar 70 juta rupiah baik bersumber untuk APBN dan APBK Banda Aceh," kata Hasnanda.
Menurut Hasnanda BLM rencana akan diberikan untuk 90 Gampong di Banda Aceh dengan dana yang bervariasi dan kegiatan yang berbeda-beda. "Untuk penyerahan hari ini di Gampong Ceurih, dengan dana sebesar Rp. 21.250.000 akan dimanfaatkan untuk kegiatan penggemukan sapi dan ternak ayam," sebut Hasnanda.Menurutnya Pemerintah Kota Banda Aceh sangat berkomitmen dalam program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat gampong. "Semoga program ini mampu mengatasi persoalan ini, dan membangkitkan ekonomi masyarakat," tandas Hasnanda Putra, yang juga Ketua DPD KNPI Kota Banda Aceh.
Sementara Saifulsyah menambahkan bahwa program PNPM Mandiri Perkotaan akan terus berlanjut dengan dukungan dana APBN dan APBK dimasa mendatang dengan target sasaran KK miskin di Kota Banda Aceh. (imj)
Murid SD dan Warga Ulee Kareng Tinggalkan Rumah
BANDA ACEH - T M Ridwan (12), murid Kelas SDN 4 Banda Aceh sejak Rabu (29/8) sekitar pukul 18.00 WIB meninggalkan rumahnya di Jalan H Dimurthala, Lorong Tanggul, Lingkungan Unta V, No 54, Kuta Alam,Banda Aceh. Hingga kemarin sore, keberadaan Ridwan yang sering dipanggil Sigam itu belum diketahui.
“Saya sudah tanya ke sekolah dan temannya serta mencari ke rumah famili, namun tak ada yang tahu dimana Sigam sekarang,” jelas Fitriah (33), ibu kandung Ridwan yang datang ke Kantor Serambi Indonesia, siang kemarin.
“Saya sudah tanya ke sekolah dan temannya serta mencari ke rumah famili, namun tak ada yang tahu dimana Sigam sekarang,” jelas Fitriah (33), ibu kandung Ridwan yang datang ke Kantor Serambi Indonesia, siang kemarin.
Suplai Air Bersih Macet
* Sedang Dilakukan Pengalihan Pipa Lama ke Pipa Baru
BANDA ACEH - Suplai air bersih dari PDAM Tirta Daroy Banda Aceh ke sejumlah kawasan seperti di Lam Glumpang (Kecamatan Ulee Kareng), Prada dan kawasan Lampieneung (Kecamatan Syiah Kuala), dalam beberapa hari terakhir dilaporkan macet. Gangguan suplai air bersih ini disebabkan adanya pengerjaan pengalihan air dari pipa lama ke jaringan pipa baru.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Daroy, Junaidi menyebutkan pengalihan pipa lama ke pipa yang baru sedang dilakukan di Jalan T Iskandar, Ulee Kareng. Dampak dari pengerjaan itu ada sebagian kawasan yang terganggu, salah satunya Lam Glumpang.
“Suplai air ke kawasan Kompleks BTN Lam Glumpang mulai lancar dan petugas sudah menanganinya. Kemacetan itu wajar, imbas dari suatu pekerjaan. Petugas sedang mengalihkan air daripipa lama ke pipa baru. Hal itu untuk menekan kehilangan air yang selama ini terus terjadi,” kata Junaidi yang ditanyai Serambi, Jumat (15/6).
Selain mengintensifkan pengalihan air dari pipa lama ke yang baru, PDAM juga tengah mengoptimalilkan suplai air bisa mengalir lancar, seperti sebagian di kawasan Lampineung, Ie Masen Kayee Adang, Lamgugop dan Prada.
“PDAM terus berusaha mengevluasi kawasan-kawasan yang tidak teraliriair dengan baik. Salah satunya mengganti pipa berdiameter kecil ke pipa yang lebih besar. Selama ini ternyata air tak lancar karena pipa kecil dan tidak sebanding dengan jumlah pelanggan yang harus dialiri air,” jelasnya.(mir)
* kawasan gangguan
- Lam Glumpang (Ulee Kareng)
- Prada dan Lampineueng (Syiah Kuala)
Tertib Bayar Tagihan Air
DI sisi lain, Junaidi mengharapkan warga atau pelanggan yang telah mendapatkan air dengan lancar dan optimal, agar lebih tertib dan tepat waktu dalam membayar tagihan air. Begitu juga warga yang melakukan pencangkokan air secara ilegal, agar segera mendaftarkan diri sebagai pelanggan.
“Persoalan yang dihadapi PDAM cukup beragam. Di satu sisi PDAM dituntut meningkatkan pelayanannya terhadap pelanggan, di lain sisi masih ada pelanggan yang enggan melakukan kewajibannya membayar tagihan, walaupun air sudah lancar. Belum lagi menyangkut pencurian,” ujarnya.(mir)
BANDA ACEH - Suplai air bersih dari PDAM Tirta Daroy Banda Aceh ke sejumlah kawasan seperti di Lam Glumpang (Kecamatan Ulee Kareng), Prada dan kawasan Lampieneung (Kecamatan Syiah Kuala), dalam beberapa hari terakhir dilaporkan macet. Gangguan suplai air bersih ini disebabkan adanya pengerjaan pengalihan air dari pipa lama ke jaringan pipa baru.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Daroy, Junaidi menyebutkan pengalihan pipa lama ke pipa yang baru sedang dilakukan di Jalan T Iskandar, Ulee Kareng. Dampak dari pengerjaan itu ada sebagian kawasan yang terganggu, salah satunya Lam Glumpang.
“Suplai air ke kawasan Kompleks BTN Lam Glumpang mulai lancar dan petugas sudah menanganinya. Kemacetan itu wajar, imbas dari suatu pekerjaan. Petugas sedang mengalihkan air daripipa lama ke pipa baru. Hal itu untuk menekan kehilangan air yang selama ini terus terjadi,” kata Junaidi yang ditanyai Serambi, Jumat (15/6).
Selain mengintensifkan pengalihan air dari pipa lama ke yang baru, PDAM juga tengah mengoptimalilkan suplai air bisa mengalir lancar, seperti sebagian di kawasan Lampineung, Ie Masen Kayee Adang, Lamgugop dan Prada.
“PDAM terus berusaha mengevluasi kawasan-kawasan yang tidak teraliriair dengan baik. Salah satunya mengganti pipa berdiameter kecil ke pipa yang lebih besar. Selama ini ternyata air tak lancar karena pipa kecil dan tidak sebanding dengan jumlah pelanggan yang harus dialiri air,” jelasnya.(mir)
* kawasan gangguan
- Lam Glumpang (Ulee Kareng)
- Prada dan Lampineueng (Syiah Kuala)
Tertib Bayar Tagihan Air
DI sisi lain, Junaidi mengharapkan warga atau pelanggan yang telah mendapatkan air dengan lancar dan optimal, agar lebih tertib dan tepat waktu dalam membayar tagihan air. Begitu juga warga yang melakukan pencangkokan air secara ilegal, agar segera mendaftarkan diri sebagai pelanggan.
“Persoalan yang dihadapi PDAM cukup beragam. Di satu sisi PDAM dituntut meningkatkan pelayanannya terhadap pelanggan, di lain sisi masih ada pelanggan yang enggan melakukan kewajibannya membayar tagihan, walaupun air sudah lancar. Belum lagi menyangkut pencurian,” ujarnya.(mir)
Editor : hasyim
sumber http://aceh.tribunnews.com/2012/06/16/suplai-air-bersih-macet
Warga Lamteh Temukan Mayat Di Kebun
Banda Aceh – Warga Desa Lamteh, Kecamatan Ulee Kareeng, Banda Aceh, dikejutkan dengan ditemukannya sesosok mayat di sebuah kebun warga di desa tersebut sekitar pukul 9:00 WIB pagi tadi. (Minggu, 17/6).
Kombes Moffan, Kapolresta Banda Aceh, menyatakan bahwa mayat yang ditemukan oleh warga tersebut adalah warga Aceh Timur. “Berdasarkan kartu identitas yang kita temukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara-red) korban bernama Ridwan Ahmad, kelahiran 1 Juli 1968 dengan alamat, Jalan Bangka Rimueng, Desa Sungai Mas, Peureulak, Aceh Timur,” terangnya.
“Korban kita temukan tadi pagi sekitar pukul 9:00 WIB dan pada tubuh korban kita temukan kartu identitas berupa KTP (Kartu Tanda Penduduk-red) dan 1 unit handphone merek sony Ericsson,” tambahnya.
Kapolresta banda Aceh itu juga menambahkan bahwa korban saat ini sudah dibawa ke rumah sakit. “Saat kita temukan korban memang sudah tidak bernyawa lagi dengan luka terbuka di bagian kepala dan tangan kiri nyaris putus, saat ini korban sudah kita bawa ke RSU Zainoel Abidin untuk diautopsi,” ungkapnya.
“Korban pertama sekali diketemukan oleh Syamsuddin, pemilik kebun dan kita menemukan sejumlah unsur kekerasan pada tubuh korban, namun apa motif dibalik pembunuhan ini masih kita selidiki,” pungkas Kapolresta Banda Aceh itu. (Ngah)
Seorang Warga Dibacok Dalam Mesjid Lamteh
Nazar, pensiunan pegawai kehakiman dibacok di dalam mesjid Lamteh saat rapat penjelasan tapal batas antara Gampong Lamteh dengan Gampong Ilie, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Kamis (9/5/2012) malam sekira pukul 11.00 wib. Korban dalam perawatan medis di RSUZA, sedangkan tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Ulee Kareng. (Pikiran Merdeka/PE)
Bantuan Untuk Kelompok Tani di Banda Aceh
Walikota Banda Aceh, Ir. Mawardy Nurdin M.Eng. Sc, Selasa (16/10) menyerahkan bantuan berupa enam unit traktor tangan untuk enam kelompok tani dalam 2 kecamatan, yakni Ulee Kareng dan Baiturrahman. Bantuan yang berasal dari dana APBN melalui Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian ini diserahkan Mawardy dan M. Ali Yakob, anggota DPR RI asal Aceh di Kantor Kheucik Gampong Lamteh.
Selain bantuan tersebut, diserahkan bantuan dana untuk kegiatan Demfarm tanaman sayur-sayuran organik untuk Dua kelompok tani, yakni Kelompok BEUDOH BEUSARE dan Kelompok tani SEULAMAT, masing-masing Rp. 30 juta. Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan bantuan kepada 9 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk 9 Gapoktan yang ada dalam kota Banda Aceh sebesar Rp. 100 juta/Gapoktan.
Sunday, January 20, 2013
Warga Lambhuk Protes Gracias
BANDA ACEH - Komponen pemuda dan tokoh masyarakat Desa Lambhuk Kecamatan Uleekareng, secara terbuka memprotes keberadaan klub sepakbola Gracias Lambhuk, yang namanya tercantum dalam peserta kompetisi antraklub Persiraja, Divisi II.
Dalam daftar yang dikeluarkan melalui media massa itu, Gracias Lambhuk terdaftar di Grup B bersama Posindo FC, Himadirga Unsyiah, Flamboyant dan Pango Raya FC. “Kami myatakan di sini bahwa warga kami tak tahu menahu dengan keberadaan klub Gracias Lambhuk. Karena di Lambhuk hanya ada klub sepakbola PS Lambhuk yang kini ikut Kompetisi Divisi I Persiraja,” ujar M Khalid Sulaiman, Ketua Pemuda Lambhuk yang didampingi Fakhrizal, Ketua PS Lambhuk, kemarin.
Menurut M Khalid yang juga dibenarkan oleh Taufik M Dehan (Tuha Peut Lambhuk), tidak ada satu pun warga Lambhuk yang terlibat dalam klub Gracias Lambhuk. Selain itu, sekretariat klub yang disebutkan di Lambhuk, juga tanpa sepengetahuan pihak desa, baik itu kepala dusun, keuchik serta ketua pemuda. “Kami telah perintahkan untuk menghapus lokasi itu sebagai sekretariat, karena itu ilegal dan tidak ada pemberitahuan ke desa dan dusun. Sejauh ini klub bola Lambhuk hanya PS Lambhuk,” tegas M Khalid yang juga didampingi Rustam A Bakar, kepala dusun di Lambhuk.
Warga Lambhuk berharap agar pihak Gracias segera mengubah nama klub itu, termasuk di formulir pendaftaran, serta identitas di panitia kompetisi Divisi 2 Persiraja. Dengan kata lain, juga menggantikan nama lokasi sekretariat. Karena itu menemarkan nama Desa Lambhuk, yang seakan-akan kini klub bolanya terpecah.
Pada sisi lain, M Khalid mengimbau para donatur di Lambhuk untuk tidak melayani proposal yang mengatasnamakan kepentingan Desa Lambhuk. “Proposal resmi yang boleh dilayani, jika diketahui Keuchik, Ketua Pemuda serta Kepala Dusun. Selain itu abaikan saja,” ujar Khalid.(nur)
Editor : hasyim
Dalam daftar yang dikeluarkan melalui media massa itu, Gracias Lambhuk terdaftar di Grup B bersama Posindo FC, Himadirga Unsyiah, Flamboyant dan Pango Raya FC. “Kami myatakan di sini bahwa warga kami tak tahu menahu dengan keberadaan klub Gracias Lambhuk. Karena di Lambhuk hanya ada klub sepakbola PS Lambhuk yang kini ikut Kompetisi Divisi I Persiraja,” ujar M Khalid Sulaiman, Ketua Pemuda Lambhuk yang didampingi Fakhrizal, Ketua PS Lambhuk, kemarin.
Menurut M Khalid yang juga dibenarkan oleh Taufik M Dehan (Tuha Peut Lambhuk), tidak ada satu pun warga Lambhuk yang terlibat dalam klub Gracias Lambhuk. Selain itu, sekretariat klub yang disebutkan di Lambhuk, juga tanpa sepengetahuan pihak desa, baik itu kepala dusun, keuchik serta ketua pemuda. “Kami telah perintahkan untuk menghapus lokasi itu sebagai sekretariat, karena itu ilegal dan tidak ada pemberitahuan ke desa dan dusun. Sejauh ini klub bola Lambhuk hanya PS Lambhuk,” tegas M Khalid yang juga didampingi Rustam A Bakar, kepala dusun di Lambhuk.
Warga Lambhuk berharap agar pihak Gracias segera mengubah nama klub itu, termasuk di formulir pendaftaran, serta identitas di panitia kompetisi Divisi 2 Persiraja. Dengan kata lain, juga menggantikan nama lokasi sekretariat. Karena itu menemarkan nama Desa Lambhuk, yang seakan-akan kini klub bolanya terpecah.
Pada sisi lain, M Khalid mengimbau para donatur di Lambhuk untuk tidak melayani proposal yang mengatasnamakan kepentingan Desa Lambhuk. “Proposal resmi yang boleh dilayani, jika diketahui Keuchik, Ketua Pemuda serta Kepala Dusun. Selain itu abaikan saja,” ujar Khalid.(nur)
Editor : hasyim
Alumni Paraguay Tekuk PS LambhukAlumni Paraguay Tekuk PS Lambhuk
BANDA ACEH - Alumni Paraguay bukan lawan sepadan untuk PS Lambhuk yang sedang mempersiapkan diri guna menghadapi Kompetisi Antarklub Persiraja yang dijadwalkan 2 Oktober di Banda Aceh. Karena tim yang berguru ilmu sepekabola selama tiga tahun di Amerika Latin tersebut berhasil menang 5-0 dalam ujicoba di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (1/9) sore.Tampil dalam laga ujicoba kemarin, pemain Alumni Paraguay langsung menekan pertahanan PS Lambhuk. Serangan yang dilancarkan Faumi Syahreza dkk cukup menyulitkan pergerakan tim yang dimanajeri Faizan. Tapi anak-anak Lambhuk berusaha meladeni perlawanan pasukan Simon Pablo Elissetche Correa-Akhyar Ilyas.
Gempuran bertubi-tubi para pemain yang memperkuat PSSB Bireuen di Divisi Utama LPIS musim 2011/2012 ini ternyata membawa hasil. Bermula dari gol penalti Zoelfadli akibat pelanggaran yang dilakukan pemain bawah Lambhuk terhadap Faumi Syahreza. Alumni Paraguay kembali menambah gol kedua melalui tendangan penalti Arief Hidayat. Hadiah penalti kedua diberikan wasit setelah Zoelfadli dilanggar pemain bawah Lambhuk.
Ternyata pemain muda Aceh ini masih haus gol dengan menekan terus pertahanan PS Lambhuk dari berbagai sisi. Kali ini Zoelfadli kembali menggoyak jaring gawang Lambhuk setelah memanfaatkan umpan kiriman Faumi Syahreza. Petakan yang diterima kiper PS Lambhuk, Khalil tak berakhir pada tiga gol. Kebobolan kembali terjadi lewat gol Andri Muliadi yang sukses memanfaatkan umpan Iqbal Alfajri.
Sadar kecolongan hingga empat gol membuat kubu PS Lambhuk yang diperkuat Nasrullah, Rizki, Zaki, Rozi, Akbar dan Rahmad Rizki berupaya tampil lebih baik. Kali ini anak-anak Lambhuk lebih tenang dalam membangun serangan. Apalagi, gaya permainan sentuhan dari kaki ke kaki yang diperagakan pemain Lambhuk mampu menyulitkan Jalwandi dkk. Tapi anak-anak Lambhuk tetap gagal membobol gawang Alumni Paraguay yang dikawal Rahmanuddin. Justru gawang mereka kembali bobol oleh aksi Zikrillah yang memanfaatkan umpan Jalwandi. Keunggulan Alumni Paraguay 5-0 bertahan hingga laga usai.(adi)
Editor : bakri
Prosesi Adat Turun Tanah Di Desa Ilie Kec. Ulee Kareng Kota Banda Aceh
(Berita Daerah - Banda Aceh) Tokoh masyarakat meletakkan kaki bayi pada tanah saat prosesi adat turun tanah di Desa Ilie, Kec. Ulee Kareng Kota Banda Aceh, Minggu (26/8). Upacara adat turun tanah (Troen Bak Tanoeh) merupakan sebuah tradisi masyarakat Aceh yang menyimbolkan pada kesucian ibu bayi setelah melewati masa persalinan yang dilaksanakan pada saat bayi berusia 44 hari.
(dr/DR/bd-ant)
Sumber :http://beritadaerah.com/denyut/sumatera/58425/40
Anggota Dewan Serahkan Bantuan untuk 19 DesaAnggota Dewan Serahkan Bantuan untuk 19 Desa
Selasa, 9 Oktober 2012 11:00 WIB
BANDA ACEH - Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Aceh (PA), Zainal Abidin, menyerahkan bantuan berupa peralatan memasak dan teratak untuk 19 desa di Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng.
Penyerahan bantuan yang pengadaannya dilakukan menggunakan dana aspirasi atas namanya itu dilakukan Zainal di halaman Masjid Tgk Chik Dilamnyong Dusun Barat, Kopelma Darussalam, Syiah Kula, Senin (8/10) siang. Bantuan itu diterima secara simbolis oleh Hj Hayatun (Ketua Tim Penggerak PKK Kopelma Darussalam) dan Tgk Kamaruzzaman (Pimpinan Dayah Darul Amin Ilie, Ulee Kareng).
Bantuan yang diserahkan tersebut adalah tratak untuk tiga desa di Kecamatan Syiah Kuala, dua di Kecamatan Ulee Kareng, dan satu untuk Dayah Darul Amin Desa Ilie. Sedangkan peralatan masak diserahkan untuk tujuh desa di Kecamatan Syiah Kuala dan enam desa di wilayah Ulee Kareng. Perangkat masak yang diserahkan untuk tiap desa yaitu piring 12 lusin, gelas 13 lusin, sendok makan 16 lusin, dan belanga 13 buah.
“Kita berharap bantuan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh penerima serta dapat dijaga agar bisa digunakan untuk masa-masa mendatang. Pengadaan peralatan masak ini menggunakan dana aspirasi tahun 2012 atas nama saya,” kata Zainal Abidin yang juga Ketua Komisi B DPRK Banda Aceh kepada Serambi, disela-sela acara itu.
Disebutkan, jumlah dana aspirasinya yang digunakan untuk pengadaan bantuan tersebut sebesar 150 juta rupiah. “Pada Ramadhan lalu, saya juga sudah menggunakan dana aspirasi 250 juta rupiah untuk membeli 700 lembar kain sarung yang saya bagikan untuk warga di Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng,” ujar anggota dewan dari DP III Banda Aceh itu.
Sementara Keuchik Kopelma Darussalam, M Rusli Alibasyah menyampaikan terima kasih kepada anggota DPRK Banda Aceh itu yang telah menggunakan dana aspirasinya untuk membantu masyarakat.(jal)
Editor : bakri
Sumber : http://aceh.tribunnews.com/m/index.php/2012/10/09/anggota-dewan-serahkan-bantuan-untuk-19-desa
Malam Minggu di Jembatan Pango Raya
PULUHAN lelaki berkumpul membentuk kelompok-kelompok kecil di kedua sisi jembatan. Ada yang berdiri, berjalan atau duduk bersimpuh pada aspal. Sebagian juga terlihat duduk bersila di atas sepeda motor yang diparkir di sisi jembatan. Sebagian lagi asyik menatap jauh ke sungai. Ada kelakar canda diikuti tawa terdengar disana. Mereka larut dalam dingin malam itu, Sabtu, 13 Oktober 2012.
Ini adalah suasana malam minggu di atas jembatan Pango Raya, sebuah jembatan yang terletak di jalan lintas Gampong Pango Raya, Banda Aceh menuju Gampong Tanjung, Aceh Besar. Letaknya berbatasan langsung di gerbang masuk Kota Banda Aceh
Di bawah remang lampu jalan, pengunjung tampak asyik bercengkrama. Keramaian tak hanya terpusat di atas jembatan, puluhan orang juga terlihat duduk menikmati malam di pinggir jalan di sepanjang kaki jembatan. Selain muda-mudi, ada juga kaum ibu dan bapak di sana. “Saya dari Batoh,” ujar Iskandar yang datang bersama istrinya. Ia mengaku hanya kebetulan melintas dan singgah sebentar di sana, "Suasananya menarik," kata dia.
Sejak diresmikan Februari 2012 lalu, jembatan tersebut semakin banyak dikunjungi warga, khususnya malam dan sore hari. Tak heran bila kemudian beberapa pedagang memanfaatkan kondisi itu untuk menjajakan makanan ringan. Mereka kerap datang dengan becak atau motor.
Seorang pengunjung lain, Afkar, mengatakan sengaja datang bersama beberapa temannya untuk menikmati suasana malam di atas jembatan, "Senang aja sekali-kali kemari daripada mutar-mutar di kota," kata remaja itu.
Hafsah, warga yang membuka kios di dekat jembatan mengatakan suasana ramai lebih terasa di sore dan malam hari, “Malam minggu ramai, kalau malam lain gak ramai,” ujar wanita itu.[]
sumber : http://atjehpost.com/read/2012/10/14/24095/60/60/Malam-Minggu-di-Jembatan-Pango-Raya
Pango Raya Bungkam SeuramoePango Raya Bungkam Seuramoe
BANDA ACEH - Pango Raya mampu membungkam Seuramoe FC dengan skor 3-2, dalam pertandingan persahabatan di lapangan rumput sintetis, Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (9/1) petang. Kedua tim tampil maksimal sejak awal laga demi meraih kemenangan.
Dalam pertandingan kemarin, Pango Raya menurunkan Nano, Zulfan Raden, Saifuddin, Bustami, Kamaruddin, Muslim, Azhari, dan Jamaluddin T Muku. Kekuatan lengkap tim yang dimanajeri Taufik ini langsung tancap gas demi menekan pertahanan lawannya. Kerja keras awak Pango Raya lewat sentuhan dari kaki ke kaki berhasil membuka gol perdana melalui Azhari di menit 7.
Kebobolan di awal laga memancing awak Seuramoe untuk membalas. Aminullah ‘Carlos’ Usman, Dedek, Akim, Jufri, Mardian, Mahdi Olo, dan Sanusi, makin gencar menekan posisi lawannya. Lewat kerja keras yang melelahkan, akhirnya Seuramoe mampu menyamakan kedudukan melalui Mahdi Olo di menit 25. Keseimbangan ini bertahan hingga turun minum.
Tampil di babak kedua, Pango Raya dan Seuramoe kembali terlibat saling serang demi membobol gawang lawannya. Kerja sama yang diperagakan awak Pango Raya mampu unggul lewat gol Safrial di menit 60. Bahkan Safrial kembali menjauhkan Pango Raya dari kejaran Seuramoe lewat golnya di menit 75. Tertinggal selisih dua gol membuat Seuramoe harus bekerja keras. Terbukti, Seuramoe hanya mampu memperkecil ketinggalan melalui Jufri di akhir laga. Keunggulan Pango Raya 3-2 bertahan hingga laga usai.(adi)
Editor : hasyim
sumber : http://aceh.tribunnews.com/2013/01/10/pango-raya-bungkam-seuramoe
Subscribe to:
Posts (Atom)

Amiruddin+us(_)++-%CC%B6%CC%B6%E2%80%A2-%CC%B6%CC%B6%E2%80%A2%CC%B8%CF%9E%E2%80%A2%CC%B8+%E2%80%A2%CC%B8%CF%9E%E2%80%A2%CC%B8-%CC%B6%CC%B6%E2%80%A2-%CC%B6.jpg)










.jpg)





