Tuesday, January 22, 2013

Geulayang Tunang Semarakkan HUT Kota Banda Aceh


Banda Aceh, (Analisa). Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-807 Kota Banda Aceh, Pemerintah Kota (Pemko) setempat menyelenggarakan festival geulayang tunang atau lomba layang-layang di persawahan Pango Deah Kecamatan Ulee Kareng, Sabtu (23/6). Olahraga tradisional tersebut diikuti 61 peserta, baik dari Banda Aceh maupun Aceh Besar.
Asisten I Walikota Banda Aceh, Tarmizi Yahya mengatakan, pegelaran geulayang tunang ini merupakan salah satu upaya untuk menarik minat pariwisata. Permainan masyarakat Aceh ini biasanya diadakan setiap selesai musim panen di sawah. 

"Pemko Banda Aceh telah menetapkan festival ini menjadi agenda tahunan, karena merupakan salah satu andalan buat terciptanya pariwisata," ungkapnya pada acara pembukaan. 

Diharapkan ke depan festival geulayang tunang akan diselenggarakan lebih meriah lagi, apalagi ini merupakan tradisi masyarakat Aceh, khususnya bagi petani yang terus menjaga dan melestarikan warisan budayanya. 

Ketua panitia, Tajuddin mengatakan, festival ini harus diperlombakan pada sore hari karena bisa menentukan arah angin, sedangkan kalau pagi anginnya selalu berubah-ubah arah.

"Dan para peserta juga harus mampu menguasai bagaimana menujukkan kehebatan layang-layang, karena nanti penilaian yang dilihat adalah tegaknya layang-layang saat mengudara di atas, tepatnya di atas kepala," kata Tajuddin yang juga bertindak sebagai dewan juri. 

Tajuddin menjelaskan, pada saat layang-layang dinaikkan, dewan juri memberikan waktu kepada peserta 20 menit dengan wajib menghabiskan benang sepanjang 700 meter, dengan berbagai jenis ukuran benang parlon dan d isetiap satu layang-layang dikordinir 5 orang . Kemudian setelah layang-layang tegak lurus, baru dilakukan penilaian dalam waktu 5 menit guna menentukan juara satu hingga harapan tiga. (rfl)

0 comments:

Post a Comment