BANDA ACEH - Salah seorang pemuda Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara bernama Zul Asdar Putra Samura (35) akhirnya memeluk agama Islam. Acara pensyahadatan dilaksanakan secara sederhana di rumah pamannya, Ansyari di Jl Meunasah Tuha, Gg Sejahtera, Ie Masen Ulee Kareng, Banda Aceh, Kamis (10/1).
Tgk Alimin dari Pesantren Miftahul Sa’adah Hamzah al-Fansury MS, Ujung Pancu, Ulee Lheue, Banda Aceh memimpin pensyahadatan yang dimulai pukul 10.38 WIB. Sebelumnya, Zul diselendangi kain putin sebelum mengucapkan dua kalimah syahadat.
Begitu Tgk Alimin menjabat tangan Zul sambil mengucapkan dua kalimah syahadat, Zul harus mengulangi sampai tiga kali dan para hadirin bersama tgk gampong Ie Masen Ulee Kareng mengucapkan ‘Alhamdulillah’ pertanda Zul sudah masuk Islam dari agama sebelumnya, Kristen, termasuk calon istrinya, Linda Warni (29) asal Sawang, Aceh Selatan.
Linda yang terus memperhatikan calon suaminya tampak berlinangan air mata, begitu Zul Asdar berganti nama menjadi Jamil Ahmad Fadhil. Tidak beberapa lama kemudian, Zul harus disunat yang dilakukan dr Abdul Wahab dengan waktu hanya 10 menit, dari pukul 11.15 sampai 11.25 WIB dan dia kembali bergabung bersama para tamu.
Linda, lulusan FKM Universitas Sumatera Utara (USU) strata-2 yang kini bekerja di RSUD Yulidin Away, Tapaktuan, Aceh Selatan mengungkapkan dirinya telah menjalin hubungan dengan Zul yang juga lulusan S2 FKM USU selama 5,5 tahun sampai Januari 2013 ini. Saat ini, Zul Asdar, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Medistra di Lubuk Pakam, Sumut.
Sementara, Kepala Desa Ie Masen Ulee Kareng, Jamaluddin menyatakan senang dengan bertambahnya warga Muslim di Aceh. Dia berharap, Jamil harus terus mempelajari agama Islam, khususnya shalat, membaca Quran dan lainnya.
Sedangkan yang menjadi saksi Zul menjadi muallaf, termasuk Camat Ulee Kareng, H Aulia R Dahlan SSos, selain warga dan kerabat keluarga Ansyari, guru SDN 25 dan istrinya Jamilah, guru SDLB Banda Aceh. Ibunda Linda Warni dan kerabatnya jugar hadir untuk menyambut lembaran baru kehidupan Jamil Ahmad Fadhil itu.(muh)
Editor : hasyim